| jasa freelance translator |
Membuka diri terhadap deduksi orang lain tentang penerjemahan dapat memperluas pemahaman penerjemah dalam bidang ini. Kita cenderung menganggap penerjemahan di mana-mana relatif sama, dan bahwa di mana pun tempatnya, penerjemahan itu relatif sama dengan yang kita rasakan dalam ruang lingkup kita sendiri.
Asumsi ini bisa menjadi sangat membatasi. Penerjemah tersumpah dari sisi pengalamannya bertahun-tahun dengan terjemahan teknis atau terjemahan
bisnis berkesimpulan bahwa semua penerjemah harus mengalihbahasakan makna teks
asli seakurat mungkin, akan terkejut bila diminta merubah salinan iklan agar
sesuai dengan ketentuan ketentuan budaya yang berbeda, atau menyadur novel
rumit untuk anak-anak.
Biasanya, orang-orang macam ini akan menjerit, "Itu bukan
menerjemah!" tulisan jenis terjemahan yang biasa mereka kerjakan tidak
demikian. Apa pun yang ada di luar pengalaman sempit tiap-tiap penerjemah dalam
bidang ini dianggap "bukan menerjemah".
Membuka diri bagi deduksi orang lain tentang penerjemahan
bisa meyakinkan penerjemah-penerjemah dengan asumsi yang sudah melekat ini agar
keluar dari batasan-batasan akibat pengalaman hidup mereka sendiri.
Inilah yang menjadi dasar pemikiran teori penerjemahan.
Membuka diri terhadap deduksi orang lain men dorong penerjemah keluar dari
pandangan picik dalam bidang ini dengan mengembangkan wawasannya sehingga
menghasilkan terjemahan seperti terjemahan zaman dahulu (penerjemah pada Abad
Pertengahan sering mem bubuhkan keterangan atau komentar mereka sendiri dan
memasukkannya sebagai bagian dari terjemahan), terje mahan masa kini (adaptasi
secara radikal, imitasi penaf siran, mengubah pusat propaganda), dan terjemahan
yang ada di masa mendatang.
Eksplorasi-eksplorasi teoritis ini mungkin tidak dapat langsung
diterapkan sesuai kebutuhan teknis penerjemah. Penerjemah yang bekerja pada
perusahaan (in-house translator) dan hanya menerjemahkan dokumen teknik
tertentu, misalnya, bisa jadi tidak me rasakan kebutuhan profesi kuat untuk mengetahui
bagaimana orang dari Abad Pertengahan menerjemahkan, atau bagaimana cara
menerjemahkan iklan di masa seka rang.
Namun, tidak ada yang tahu pengetahuan atau pengalaman apa
yang terbukti berguna di masa yang akan da tang. Penerjemah teknis pada
perusahaan bisa saja suatu hari ditawari sebuah terjemahan periklanan, "Si
Anu sedang sakit hari ini. Bisakah Anda memeriksa iklan untuk satu halaman
ini?" Benarkah ia ingin menjawab, "Saya tidak tahu apa-apa tentang
terjemahan iklan. Saya belum pernah memikirkannya, dan terus terang saja saya
tidak mau"?
Seorang teman yang memiliki agen periklanan mungkin sedang
mencari penerjemah yang mau bergabung dengan perusahaannya. Apakah si
penerjemah tek nis tadi benar-benar tidak ingin berada dalam posisi memilih di
antara dua pekerjaan, hanya karena terjemahan iklan (termasuk apa saja di luar
pengalamannya yang sempit saat itu) adalah hal yang tidak mungkin?
Satu cara untuk menjelaskan hal ini adalah dengan
menandaskan bahwa penerjemah haruslah seorang yang mau belajar seumur hidup,
selalu bersedia didorong untuk terjun dalam hal-hal baru, dan paling tidak
sesekali sesuai gaya belajarnya sendiri, bersedia membiarkan orang lain yang
menentukan cara untuk memasuki hal-hal baru itu.
Tidak ada orang yang mengalami segala sesuatu secara
langsung; bahkan, setiap orang hanya meng alami tak lebih dari beberapa lusin
pengalaman, kendati lewat buku, kursus, dan deskripsi langsung. Kita harus
mengandalkan pengalaman orang lain agar dapat terus memperluas dunia kita,
walaupun begitu kita sudah mendengar pengalaman-pengalaman itu, kita ingin
segera keluar dan mengalami sendiri, untuk menguji kebenaran
pengalaman-pengalaman itu lewat praktek.
Bergabunglah bersama kami, untuk melatih sekaligus aktualisasi kemampuan menerjemah Anda, kirim pengajuan ke email kami, dan akan kami uji satu persatu setiap calon penerjemah yang masuk di email kami sebagai freelance translator.